Polling

Menurut anda Tampilan Web site ini Bagaimana ?


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 92
Pengunjung Bulan ini : 322
Total Pengunjung : 2609

Produk Unggulan

TEMBAKAU MASIH PILIHAN PERTAMA


Penduduk desa Suntalangu berdasarkan jenis pekerjaan pokok sehari-hari, sebagian besar bergelut sebagai petani dan buruh tani. Dari penduduk usia 15-69 tahun yang berjumlah 30 persen diantaranya adalah petani, baik petani pemilik maupun petani penggarap. Buruh tani yang bekerja tidak tetap atau bekerja musiman sebanyak kurang lebih 60 persen. Sementara itu lahan pertanian produktif berupa sawah irigasi setengah teknis kurang lebih seluas 105,47 Ha, Sawah Tanah kering/Irigasi biasa/irigasi tradisional seluas 287,53 Ha, dan selebihnya berupa lahan pertanian tadah hujan. Pada musim penghujan, hampir seluruh lahan ditanami padi, sedangkan pada musim kemarau dipergunakan untuk perkebunan tembakau. Hanya sebagian kecil saja lahan tersebut dimanffatkan untuk tanaman jagung, kacang-kacangan dan tanaman palawija lainnya.

Tidak jauh beda dengan desa-desa tetangga yang memilih tembakau sebagai komoditas pertama, namun pada umumnya yang ditanam di desa sekitar adalah tembakau jenis Virginia atau dalam istilah petani setempat disebut 'tembakau oven'. Di desa Suntalangu malah sebaliknya, tidak seorangpun yang menanam tembakau jenis ini, sehingga di Suntalangu tidak ditemukan bangunan oven tembakau. Tembakau yang ditanam petani di desa ini hanyalah tembakau lokal yang sering dibincangkan dan disebut-sebut sebagai tembakau Senang, karena memiliki rasa khas dan menjadi primadona dimana-mana. Jangan heran, jika ada tamu yang berkunjung ke desa, baik dari tingkat kabupaten, provinsi, dan bahkan dari pusat (terutama yang suka merokok), tidak akan lupa bertanya prihal tembakau beraroma khas ini. Tak aneh rasanya jika tembakau menjadi sajian istimewa untuk menyambut tamu-tamu yang berkunjung.

Tembakau Senang adalah sebutan untuk tembakau kesturi yang diolah oleh tangan-tangan terampil. Diolah secara tradisional mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, penyiraman, pemetikan, perajangan sampai penjemurannya. Tidak semua petani tembakau memang memiliki keterampilan dan keahlian mengolah tembakau yang menghasilkan rasa khas tersebut, sehingga jenis ini tidak banyak ditemukan setiap musim tanamnya. Bahkan tidak dipasarkan di pasar-pasar tradisional karena jumlahnya yang sangat terbatas. Rasa khas yang sangat digemari perokok lokal ini, membuat banyak orang memburunya.

Tembakau Senang sebagai icon kekhasan tembakau dari kecamatn Suela Lombok Timur pada dasarnya bukan hanya berasal dari kampung Senang, karena areal perkebunan tembakau di Senang tidak luas, itupun tidak seluruhnya dapat menghasilkan tembakau dengan rasa dan aroma yang khas. Selain faktor keahlian petani, faktor tanah atau lahan juga sangat menentukan. Baik di Senang maupun di desa Suntalangu, ada lahan-lahan khusus yang selama ini menghasilkan tembakau dengan rasa yang kesohor tersebut. Di Desa Suntalangu misalnya, ada areal di dusun kecil bernama Dasan Modok, sehingga pada kalangan luas dikenal dengan nama Tembakau Modok. Dan jangan salah, karena tidak semua tembakau yang berasal dari Dasan Modok yang memiliki rasa dan aroma yang sama nikmat, bahkan di dusun lainnya juga terdapat jenis tembakau dengan pamor menasional ini, seperti di dusun Suntalangu, Batu Basong I dan Batu Basong II, itupun lagi-lagi jumlahnya sangat sedikit, maka jangan berharap bisa dengan mudah bisa menemukan jenis ini. Selain langka, tembakau Senang dan tembakau Modok juga berharga cukup mahal. Satu tumpi atau sekitar setengah kilogram harganya mencapai Rp 100 hingga Rp 150 ribu, bayangkan jika harus membelinya satu bal (isinya 20 tumpi atau sekitar 10 kg). Sedangkan yang banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Lombok, adalah tembakau jenis Kesturi biasa, tembakau Kuning atau tembakau manis jenis Escort atau Varoka, serta tembakau Hitam yang harganya rata-rata berkisar antara Rp 10 hingga Rp 50 ribu per tumpinya.

Walaupun pada musim panen tembakau (sekitar bulan Agustus sampai Oktober), mencari jenis tembakau Senang atau tembakau Modok dengan aroma yang enak masih agak sulit, karena pada umumnya rasa tembakau akan semakin enak jika sudah disimpan lama. Sedangkan tembakau baru, aromanya tidak sebagus tembakau yang sudah disimpan minimal satu atau dua bulan. Nah jika kebetulan Anda berkunjung ke Pulau Lombok khususnya di Lombok Timur, tidak ada salahnya jika mencari informasi pada warga setempat bagaimana caranya untuk dapat mencicipi aroma khas dari tembakau Lombok yang langka dan melegenda tersebut, dan mesti kudu coba dulu, walaupun selera kadang juga berbeda.


Share :